Skip to main content

QUORA: PEKERJAAN PALING ENAK DAN SANTAI NAMUN GAJINYA BESAR

Quora adalah sebuah situs tempat bertanya dan menjawab: Dari sekian ton pertanyaan dan jawaban saya menemukan jawaban menggelitik seputar profesi anggota DPR dan Pegawai negeri, panasaran? Simak saja:

1. ANGGOTA DPR
Jawaban terbaik untuk pertanyaan ini tentu saja adalah pekerjaan mulia yang digawangi oleh para wakil rakyat Indonesia di gedung DPR-RI. Pekerjaan sebagai anggota DPR. Saya (Anissa) tergoda untuk mencontek langsung tulisan yang bersumber dari quora ini:

  1. Gaji dan tunjangan tetap Gaji Pokok = Rp 4.200.000 
  2. Tunjangan Istri (10% GP) = Rp 420.000 
  3. Tunjangan Anak (2 anak x 2% GP) = Rp 168.000 
  4. Uang sidang / Paket = Rp 2.000.000 
  5. Tunjangan Jabatan = Rp 9.700.000 
  6. Tunjangan Beras Rp 30.090 per jiwa per bulan 
  7. Tunjangan PPH pasal 21= Rp 2.699.813 
Penerimaan lain:
  1. Penerimaan lain Tunjangan Kehormatan: Rp 5.580.000 
  2. Tunjangan Komunikasi Intensif = Rp. 15.554.000 
  3. Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran = Rp 3.750.000 
  4. Bantuan Langganan Listrik dan Telepon = Rp 7.700.000 Asisten Anggota = Rp. 2.250.000 
  5. Fasilitas kredit mobil Rp 70 juta/ orang per periode 

Beaya perjalanan:
Uang harian:
a. Daerah tingkat I (per hari) = Rp 500.000
b. Daerah Tingkiat II (per hari ) = Rp 400.000
Uang representasi:
a. Daerah tingkat I (per hari) = Rp 400.000
b. Daerah tingkat II (per hari ) = Rp 300.000

Rumah Jabatan 
Anggaran pemeliharaan:
a. RJA Kalibata, Jakarta Selatan (per tahun) = Rp 3.000.000
b. RJA Ulujami, Jakarta Barat (per tahun ) = Rp 5.000.000 Uang Pensiunan (60% dari Gaji pokok) Rp 2.520.000

Dari rincian di atas, besaran gaji anggota DPR RI sekitar Rp 66.141.813.

Kemudian review ringan atas alokasi anggaran negara untuk penggajian para anggota dewan yang terhormat. Dan kemudian mari kita lakukan review akan jobdesk yang sangat menarik dalam rutinitas yang dilakukan oleh para anggota DPR-RI kita yang kita cintai.
anggota DPR bobo
bobo
anggota DPR bobo rame rame
rame rame bobonya
anggota dpr main game
Main game 
anggota DPR nonton bokep
ketahuan nonton apa tuuu
Mari berpikir positif, besar kemungkinan untuk memberi opini dan masukan kepada lembaga eksekutif pemerintahan, yakni Depkominfo mengenai situs-situs yang harus masuk daftar larangan dan sensor.
Secara singkat alokasi pendanaan negara dapat disimpulkan:
  1. Gaji pokok tahunan mencapai total nyaris 800 juta rupiah per kepala.
  2. Total tunjangan di kisaran 11 hingga 12 juta per bulan per kepala.
  3. Total alokasi APBN negara sekitar 220 milyar rupiah.
  4. Mari kita semua sebagai warga negara yang baik dan taat hukum agar tetap bekerja dengan baik dan rajin. Demi keperluan membayar pajak negara untuk tetap mempertahankan kelangsungan kinerja para aparatur negara tercinta kita ini.

2. PEGAWAI NEGERI:

Yang ini kalau tidak salah adalah jawaban dari saudari Novia Elisabet di Quora juga:

Kenapa ada PNS yang sombong padahal gajinya kecil? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup ditengah-tengah kaum yang masih berpikiran bahwa menjadi PNS itu adalah sebuah kebanggaan besar. Itu setara dengan seseorang yang bekerja di MPR atau DPR secara gengsi. (hyperbola saya). Haha..

Saya tumbuh di keluarga PNS, saya ber-background pendidikan bukan dari kalangan yang akan membawa masa depan saya menjadi seorang PNS. Saya tau aromanya prestige teman-teman orang tua saya tentang pekerjaannya. Iya, mereka sering merendahkan profesi yang lain, diluar PNS.

Karena mereka berpikir :
  1. PNS itu mengabdi kepada negara
  2. PNS itu bisa menjadi pekerjaan seumur hidup. Jadi mereka merasa mendapat kenyamanan tertentu ketika sudah bekerja sebagai PNS. Mereka merasa diatas orang lain karena mereka benar-benar yakin bahwa pekerjaannya memberikan status sosial yang lebih dari profesi lain di sekelilingnya yang bergaji lebih dari mereka. Merasa lebih stabil hidupnya dibanding orang lain. Orang lain pengusaha misalnya bisa kena bangkrut, kalau PNS kan tidak. Bahkan PNS yang pernah dipenjara 3 bulan karena memukul siswa saja bisa tetap menjadi PNS.
  3. Kalau mereka agamanya kuat, biasanya mereka membandingkannya justru begini. "Lebih baik saya yang PNS, mengabdi pada negara dan saya tidak mengejar harta dunia(kesannya)". Jadi mereka mengkotakkan bahwa orang lain yang bekerja bukan sebagai PNS namun gaji besar itu dianggap terlalu mengejar harta dunia.
  4. Mereka orientasi status sosial lebih dari harta. Tidak bisa dipungkiri di desa-desa, di pelosok -pelosok, masyarakatnya sangat mengagung-agungkan PNS. Karena merekalah seakan yang banyak "membantu" kehidupan mereka, entah dalam pendidikan, keperluan surat menyurat dsb. Perasaan merasa berjasa itu loh yang gak bisa diberikan oleh pekerjaan lain diluar PNS.
  5. Mereka merasa bisa membantu lebih banyak orang dengan status tersebut. Jadi prestige mereka memang gede. Saya akui. Lebih baik jadi PNS, gaji 300ribu sebulan dan menjadi dikenal sebagai orang mulia oleh satu Kabupaten atau Kecamatan melalui pekerjaan mereka dibanding kerja sebagai karyawan pabrik dengan gaji 3juta sebulan. Itu pemikiran mereka.
Ada seorang yang sejak lulus SMA ia merasa bukan siapa-siapa. Ayahnya bekerja sebagai pembuat minum dan tukang jaga parkir di sebuah kantor dinas. Anaknya juga ikut membantu. Satu ketika rejeki berpihak pada keluarga ini, sang anak disukai oleh pimpinan di tempat itu karena integritas kerjanya dan mau disuruh-suruh. Lalu dibiayai untuk ambil kuliah dan menyambi bekerja di kantor tersebut sebagai staff "wira-wiri". Anda tau, sikapnya berubah 180 derajad, dari yang dulunya biasa saja, sekarang sedikit berbeda. Ia merasa sangat beruntung hingga tidak jarang merendahkan lulusan S1 dengan dibiayai uang orang tua yang tidak mendapat posisi seberuntung ia.
Betapa kadang berkat Tuhan itu bisa membuat kita memiliki sikap hati yang salah terhadap orang lain...
Padahal ia digaji 300ribu sebulan. Tapi prestige yang ia terima lebih dari sekedar uang itu.

Ada lagi yang lain, seorang pengajar, yang ini memang lulusan S1. Tapi ia belum menjadi PNS, masih honorer, dibayar 250rb per bulan, berangkat senin-sabtu, mengerjakan lebih dari jobdesknya, yakni guru SD. Prestigenya pun beda. Gaya hidupnya berubah juga. Sikapnya attitudenya pun berubah dibandingkan dulu sebelum ia bekerja sebagai guru.

Ada pula satu keluarga (suami istri) yang menjadi satu-satunya keluarga guru di sebuah desa kecil di salah satu Kabupaten di Jateng dan profesi mayoritas penduduk yang lain di desa tersebut adalah sebagai petani dan pedagang, itupun sudah merasa eksklusif di desa tersebut.

Bagaimana menurut teman teman?

Comments